Kamis, 02 April 2009

Danone Alokasikan Dana CSR 1.5 Triliun

Produsen makanan dan minuman sehat Grup Danone berinisiatif mengalokasikan dana sebesar 100 juta euro atau sekitar Rp 1,5 triliun untuk membiayai proyek- proyek sosial yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan di sejumlah negara tempat mereka beroperasi. Indonesia merupakan salah satu negara yang diprioritaskan memperoleh sebagian dari dana sosial itu.

Chief Operating Officer Grup Danone Emmanuel Faber dalam sebuah diskusi tertutup yang dihadiri sejumlah tokoh bisnis dan sosial di Jakarta, Kamis (2/4), mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang diprioritaskan untuk memperoleh dana proyek sosial itu. Indonesia menjadi salah satu prioritas karena bisnis Danone di negara ini termasuk yang terbesar dibandingkan di negara-negara lainnya.

Dalam diskusi yang dihadiri sejumlah pemimpin redaksi, tokoh bisnis, dan tokoh sosial nasional itu, Faber mengatakan, inisiatif penyaluran dana proyek sosial tersebut akan diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Grup Danone yang akan diselenggarakan di Paris, Perancis, 23 April 2009. Menurut dia, krisis ekonomi global tidak menyurutkan langkah Danone untuk tetap peduli akan lingkungan sekitar, termasuk akan masalah sosial kemasyarakatan dan berbagai persoalan lingkungan hidup.

”Memang krisis ekonomi menuntut para pebisnis global untuk melakukan berbagai adaptasi bisnis yang berorientasi pada kemampuan untuk bertahan. Perampingan organisasi dan berbagai tindakan penyesuaian lainnya muncul sebagai opsi yang tidak dapat dihindarkan. Namun, untuk menyiasati situasi ini, kita harus berpikir out of box,” kata Faber.
Faber menyampaikan hal itu dengan maksud bahwa untuk menyiasati situasi ekonomi yang sulit ini, Danone tetap konsisten untuk menjaga keseimbangan antara keuntungan komersial dan kontribusi sosial. Menurut dia, keseimbangan itulah yang menjadi DNA (roh) Danone selama 40 tahun belakang ini.

Di Indonesia, Danone memiliki lini usaha yang bergerak dalam produksi makanan dan minuman, seperti air mineral, susu, dan biskuit. Produsen air mineral merek Aqua dimiliki Danone dengan mengakuisisi mayoritas saham Tirta Investama sekitar 10 tahun lalu.

Setelah sukses mengambil alih Aqua, tahun 2008 Danone juga mengambil alih mayoritas saham Sari Husada dan Nutricia Indonesia. Sampai saat ini, Aqua merupakan produsen air mineral dalam kemasan terbesar di dunia yang setiap tahun memproduksi 6,4 miliar liter air mineral.

Dalam diskusi, Yanti Koestoer dari Indonesian Business Link mempertanyakan bagaimana Danone mengatasi penumpukan sampah plastik dari botol bekas Aqua. Menjawab hal itu, Presiden Direktur Tirta Investama (Danone-Aqua) Bernard Ducros mengatakan, sejak beberapa tahun lalu, Aqua telah memelopori penanganan botol plastik bekas pakai dengan mendorong kelompok masyarakat tertentu untuk mengumpulkan botol bekas pakai tersebut. Botol itu kemudian dicacah (crusher) dan hasilnya dijual kepada industri untuk bahan pembuat berbagai produk plastik (recycle), seperti tempat sampah, ember, bahkan campuran untuk tekstil.

Saat ini, hasil cacahan bahkan diekspor ke mancanegara, seperti China. Namun, diakui, di luar Jawa, kesadaran masyarakat bahwa botol plastik bekas pakai sesungguhnya mempunyai nilai ekonomis, masih rendah. (Kompas)

Lonsum Latih Guru TK

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) menyelenggarakan pelatihan guru TK yang diselenggarakan di Rambong Silalang Estate, Kabupaten Sergei, Sumatra Utara.

Pada pelatihan guru TK, yang diadakan 23-30 Maret 2009, Lonsum bekerja sama dengan Indonesia Heritage Foundation (IHF) yang menerapkan kurikulum Pendidikan Holistik Berbasis Karakter.

"Program pelatihan ini bagian dari program Lonsum Peduli Pendidikan dan tanggung jawab sosial perusahaan [corporate social rensponsibility] yang merupakan kepedulian Lonsum dalam mengembangkan dunia pendidikan terutama di sekolah-sekolah tingkat dasar khususnya yang berada di sekitar kebun-kebun Lonsum," jelas Regional Coordinator NS Lonsum Fattah Ibrahim dalam siaran persnya, kemarin. (Bisnis Indonesia)